Keuntungan lain yang di Raih Google


Apa yang terjadi jika pemakai internet salah mengetikkan nama Google di internet? Gogole misalnya. Tentu pemakai internet akan mengarah pada situs lain alih-alih menuju mesin pencari yang dimaksud.
Hal yang sama juga terjadi pada situs lain, terutama yang populer. Misalnya, Panodra bukannya Pandora dan banyak lagi.
Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini malah menguntungkan Google? Dilaporkan, karena kesalahan pengetikan seperti ini, Google berpotensi mendapatkan profit sebesar US$ 500 juta per tahunnya!
Hal ini gara-gara aksi bernama ‘typosquatting‘ di internet. Aksi ini merupakan bentuk cybersquatting (mengangkangi nama domain populer yang belum dibeli orang) untuk nama domain salah eja,.
Di situs salah ketik itu biasanya hanya tampil iklan-iklan saja. Nah, iklan itu kebanyakan konon berasal dari layanan Google yang artinya Google juga mendapatkan bagian.
Masalah ini diteliti oleh Tyler Moore dan Benjamin Edelman dari Harvard University. Seperti dilansir dari Switched.com, Sabtu (20/2/2010) mereka mengatakan Google telah mensuplai iklan pada sekitar 60% situs-situs kecohan yang ada.
Tak heran, lanjut peneliti itu, jika Google meraup banyak uang dari sini. Diperkirakan jumlahnya bisa mencapai USD 500 juta per tahun (sekitar Rp 4,7 triliun).
Pendapatan Google sendiri pada tahun 2009 diketahui mencapai US$ 23 miliar (kurang lebih Rp 214 triliun). Dari jumlah itu, sebanyak 97%-nya datang dari iklan.
Sekadar catatan, penggunaan nama ‘Gogole’ dalam tulisan ini adalah untuk keperluan ilustrasi belaka. Nama domain Gogole.com sendiri nampaknya telah ‘diselamatkan’ oleh Google.

Apa yang terjadi jika pemakai internet salah mengetikkan nama Google di internet? Gogole misalnya. Tentu pemakai internet akan mengarah pada situs lain alih-alih menuju mesin pencari yang dimaksud.
Hal yang sama juga terjadi pada situs lain, terutama yang populer. Misalnya, Panodra bukannya Pandora dan banyak lagi.Akan tetapi, tahukah Anda bahwa hal ini malah menguntungkan Google? Dilaporkan, karena kesalahan pengetikan seperti ini, Google berpotensi mendapatkan profit sebesar US$ 500 juta per tahunnya!Hal ini gara-gara aksi bernama ‘typosquatting‘ di internet. Aksi ini merupakan bentuk cybersquatting (mengangkangi nama domain populer yang belum dibeli orang) untuk nama domain salah eja,.Di situs salah ketik itu biasanya hanya tampil iklan-iklan saja. Nah, iklan itu kebanyakan konon berasal dari layanan Google yang artinya Google juga mendapatkan bagian.Masalah ini diteliti oleh Tyler Moore dan Benjamin Edelman dari Harvard University. Seperti dilansir dari Switched.com, Sabtu (20/2/2010) mereka mengatakan Google telah mensuplai iklan pada sekitar 60% situs-situs kecohan yang ada.Tak heran, lanjut peneliti itu, jika Google meraup banyak uang dari sini. Diperkirakan jumlahnya bisa mencapai USD 500 juta per tahun (sekitar Rp 4,7 triliun).Pendapatan Google sendiri pada tahun 2009 diketahui mencapai US$ 23 miliar (kurang lebih Rp 214 triliun). Dari jumlah itu, sebanyak 97%-nya datang dari iklan.Sekadar catatan, penggunaan nama ‘Gogole’ dalam tulisan ini adalah untuk keperluan ilustrasi belaka. Nama domain Gogole.com sendiri nampaknya telah ‘diselamatkan’ oleh Google.

sumber

Kenapa Facebook Tidak Boleh Diakses Saat Jam Kerja?


Ingin memecat pegawai karena update Twitter atau posting status di Facebook dari kantor? Mungkin bisa saja terjadi.

Menurut study yang dilakukan oleh Robert Half Technology, sebuah perusahaan konsultan bidang staff IT, menyatakan bahwa 54 persen perusahaan di U.S telah melarang pegawainya untuk menggunakanh situs jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, LinkedIn, dan MySpace ketika sedang bekerja. Study tersebut yang dirilis Rabu (07/10) ini juga menemukan bahwa 19 persen perusahaan memperbolehkan penggunaan jejaring sosial hanya untuk tujuan bisnis, sedangkan 16 persen lainnya mengatakan membatasi penggunaan jejaring sosial personal. Continue reading